Minggu, 19 April 2026

Kemiskinan memicu kriminalitas

Kemiskinan bukanlah problem baru bagi indonesia, nyatanya hal ini sudah berlangsung cukup lama namaun tak pernah usai walaupun estafet pemerintahan terus bergulir.

Masalahnya daya beli masyarakat menunjukkan bahwa pemasukan masyarakat tengah mengalami masalah, hal ini dikarenakan menyempitnya cakupan lapangan kerja yang dipengaruhi oleh adanya efisiensi anggaran dari pemerintah yang berdampak pada tenaga kerja sipil sehingga harus melakukan pekerjaan ganda untuk sekedar mendapatkan penghasilan tambahan mencakup kebutuhan keluarga.

Jelas ini akan menambah tantangan bagi pekerja lepas dan wiraswasta kecil yang kalah saing dengan mereka yang memiliki modal lebih dari pemodal kecil. Yang tak jarang dari mereka pemodal kecil harus gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan yang lain.

Hasilnya jelas merujuk pada meningkatnya pertumbuhan angka kemiskinan yang salah sedikit bisa beralih ke arah kriminalitas hanya untuk kebutuhan hidup. Hal ini tak lepas dari peran penguasa dalam mengurusi rakyatnya namun nyatanya tak demikian, pemerintah malah sibuk dengan urusannya sendiri bersama segelintir elit politik. Seperti masalah program MBG yang menuai banyak kritik dan pertentangan namun masih tetap kekeh untuk dijalankan bahkan dalam masa-masa libur, bukannya introspeksi malah pihak yang membuat laporan yang dibungkam, bukankah ini penyalah gunaan kekuasaan ?

Niatnya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat tapi sumber pemasukan masyarakat terus dipangkas dengan hadirnya berbagai pungutan pajak hanya untuk memenuhi egoisme program yang terkesan dipaksakan, terlebih karena dampak sempitnya peluang kerja menimbulkan riak kriminalitas hanya untuk memenuhi isi perut belaka.

Inilah efek politik balas budi yang harus mengorbankan masyarakat demi kepentingan elit politik. Bukannya menyejahterakan malah menyengsarakan masyarakat dan cenderung acuh tak acuh dengan kondisi mereka.

Padahal kita punya ajaran yang berjalan begitu damai, ajaran tersebut mencontohkan bagaimana cara mengurus masyarakat dengan cara tuhan yang dicontohkan oleh utusannya. Yang mengajarkan tentang tanggung jawab dan hak, dan bukan hanya mengejar kedudukan dan harta.

Inilah islam dimana setiap pemimpinnya memandang bahwa kedudukan hanyalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban, sebagaimana khalifah umar bin khattab yang takut jika ada keledai yang tergelincir karena jalannya rusak, juga membopongkan bahan pokok untuk masyarakat yang kelaparan.

Atau sebagaimana yang dilakukan khalifah umar bin abdul aziz yang menurunkan pasukan demi menjaga kehormatan rakyatnya, juga menjadikan penduduknya merasa tidak masuk sebagai orang yang membutuhkan zakat yang menunjukkan bahwa masyarakat pada saat itu sejahtera.

Beginilah gambaran kepemimpinan yang dipupuk dengan iman dan merasa takut mengambil yang bukan haknya atau bahkan bertidak semena-mena karena kekuasannya. Wallahu’alam

Rabu, 01 Juni 2016

apa itu analisis, contoh tabel matriks, proses penganalisaan data, menemukan tema dan merumuskan asumsi dengan ketentuan, dan mengenalisis dengan asumsi.

Pertemuan ke 14

Pada pertemuan terakhir dari MK metologi penelitian ialah apa itu analisis, contoh tabel matriks, proses penganalisaan data, menemukan tema dan merumuskan asumsi dengan ketentuan, dan mengenalisis dengan asumsi.

Ok pada tahap pertama kita harus tahu dulu apa-apa saja yang tercantum sih di analisis atau apa itu analisis ?

Yap, analisis adalah atau cakupannya ialah mengedit, mengklasifikasi, mereduksi, menyajikan, mengatur, menyusun, dan mengkategori.

Setelah itu melangkah ke matriks, lihat dibawah……

wawancara
observasi
Dokumentasi dan teori
Ket : yang dimasukkan pada tabel ini adalah berdasarkan apa yang ada pada kisi-kisi.



Proses penganilsaan data, pada tahap ini ada beberapa hal yang melingkupi yakni :

1.    membuat catatan lapangan lengkap dengan codingnnya.
2.    Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan,mensintesiskan, membuat ikhtisar, dan indeksinya.
3.    Mencari dan menemukan pola hubungan-hubungan dan membuat temuan –temuan umum.
4.    Membaca/mempelajari data, menandai kata-kata yang terdapat dalam data.
5.    Berupaya menemukan tema yang tepat dalam data.
6.    Menuliskan model yang ditemukan.
7.    Coding yang telah ditemukan.

Menemukan tema dan merumuskan asumsi dengan ketentuan :

1.    Baca dengan teliti catatan lapangan anda.
2.    Berilah kode pada beberapa topic pembicaraan tertentu.
3.    Susun data menurut tipologi.
4.    Bacalah kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah latar penelitian.

Teknik pengumpulan data dengan criteria validasi data yakni sebagai berikut :

1.    Kepercayaan
2.    Dipendabilitas
3.    Konfirmabilitas

4.    Tranferabilitas

terimaksih .......

teknik pengolahan dan analisis data penelitian kualitatif.

Pertemuan ke 13

Hmmm, pada kali ini tema yang akan diangkat adalah teknik pengolahan dan analisis data penelitian kualitatif. Yap, langsung saja yuk lihat gambar dibawah…..

Untuk memudahkan analisis data kedepannya terlebih dahulu kita mentabulasi data, mulai dari focus, dimensi, descriptor, dan sumber data. 

Berikut gambar tabelnya…..ini biasa disebut juga sebagai tabel kisi-kisi.

fokus
dimensi
deskriptor
Sumber data
Ket : pada bagian fokusnnya ia berkonsentarasi penuh terhadap satu tujuan yang akan di teliti.
Ket : himpunan dari particular-partikular atau yang biasa kita sebut sebagai indicator-indikator dari focus penelitian tadi.
Ket : cikal bakal timbulnya pertanyaan-pertanyaan.


Dan dari hasil tabel diatas muncullah pengkodean pada instrument, gambaran terkait dengan pengkodeannya sebagai berikut :

Missal :1. IAa1 dibaca ( I besar sebagai fokusnya, a besar sebagai dimensinya, a kecil sebagai diskriptornya, dan 1 adalah pertanyaannya )dan begitu seterusnya 2, 3, 4 dan seterusnya.

Kemudian setelah itu masuk ke pada tabel analisis, ang berisikan tentang penjelasan dari transkrip wawancara yang telah dikonfir kembali kepada informan kemudian dimasukkan ke dalam tabel analisis kemudian direduksi ke dalam hasil penelitian.


Terima kasih telah mengikuti blog saya, maaf dari pengetik ketika ada kesalahan informasi karena pengetik pun hanya manusia biasa. Syukron…..

Pertemuan ke 12

Pertemuan ke 12

ups iklan kebetulan pekan ini kami tidak ada materi khusus yang akan disampaikan karena pekan ini kami melakukan melakukan tes wawancara langsung kepada sesorang dan observasi lapangan untuk mendapatkan sebuah informasi dan gambaran nyata tentang apa yang terjdi kemudian dilakukan perbaikan terkait dengan bagaimana wawancara yang seharusnya, yang dilakukan oleh pihak dosen pengampu.

sampai ketemu pekan depan nanti......

Selasa, 17 Mei 2016

transkrip wawancara dan dokumentasi

Pertemuan ke 11

Pada pertemuan ini kita akan membahas terkait dengan transkrip wawancara dan dokumentasi, ok sya tidak akan banyak berkata tapai saya akan menampilkan sebuah contoh tabel transkrip wawancara. 

Yuk lihat kebawah…..

Sumber data :


Tanggal :
Penelliti :


Mulai s/d jam :
Peringkas :



Kode fokus
Kode subfokus
Kode deskripsi

1.    Manajemen kesiswaan
1.    penerimaan
Nb: berbentuk bisa dikatakan sebagai indikatornya


2.    pembinaan



3.    kellulusan



Sedangkan dokumentasi :

Tema dokumentasi :

Lokasi objek :

Jenis lokasi :
Tgl / jam :
Catatan :
Pencatatan :

teknik wawancara

Pertemuan ke 10

Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan datanya ada yang disebut sebagai teknik wawancara yang dapat digunakan oleh si peneliti langsung dalam melihat atau mengobservasi ataupun mencari sebuah informasi terkait dengan apa yang ditelitinya, teknik wawancara ini disarankan kepada peneliti untuk melakukan pencatatan dan juga perekaman suara agar memudahkan dan menghasilkan informasi yang lebih lengkap, namun pada saat wawancara peneliti diharapkan jangan hanya mengandalkan kemampuan mencatat saja karena kecepatan mencatat denngan penngucapan itu berbeda sehingga tidak memungkinkan pencatatan informasi secara sempurna.

Dalam melakukan suatu wawacara pewawancara terlebih dahulu menentukan tujuan dari apa yang akan diwawancarakan nanti sehingga pada saat mewawancara pedoman yang dihasilkan terstruktur dan mampu dikendalikan.

Dalam teknik wawancara ini juga memliki beberapa factor yang dapat memengaruhi penggunaan wawaancara sebagai alat pegumpulan data. Misal, menggangu waktu dari informan, kemungkinan informasi yang dihasilakn tak maksimal, menimmbulkan kecanggungan dan lain-lain.

Adapun cara yang dapat digunakan dalam teknik wawancara ini yakni dengan secara langsung dan tak lanngsung. Maksudnya ? maksudnna teknik secara langsung ini disebut juga sebagai wawancara dengan cara berbicara langsung dengan si informan atau face to face, sedangkan yang tak langsung itu bisa berupa teks wawancara atau angket.

Ada 3 teknik dalam wawancara yakni teknik berstruktur, tak berstruktur dan semi berstruktur.

Teman-teman pastilah sudah paham terkait dengan teknik terstruktur jadi saya akan mengajak teman-teman untuk langsung ke tahap yang selanjutnya yakni teknik tak terstruktur maksudnya ialah pengugunaan pedoman wawancara secara acak, sedangkan semi berstruktur yakni pada saat wawancara kita mengacu kepada pedoman wawancara tetapi ketika pada saat melakukan wawancara kemuadian ada timbul pertanyaanbaru lalu di pertanyakan maka hal itu disebut semi berstuktur.

pengumpulan data

Pertemmuan ke 9

Membahas mengenai “pengumpulan data” pertanyaannya bagaimana cara pengimpulan data dilapangan ?

Caranya dengan melakukan pencatatan peristiwa-peristiwa atau hal-hal sebagian atau keseluruhan untuk menunjang penelitian.

Pada pembahasan kedepannya kita akan membahas lebih dalam terkait dengan Istilah-istilah dasar yang digunakan dalam pengumpulan data :

-variabel
-informan, key person erdasarkan jabatan
-narasumer berdasarkan jabatan
-informan
Teknik pengumpulan data,
-Pengamatan erperan serta
-wawancara mendalam
-dokumentasi
Alat pengumpulan data,
-pedoman wawancara
-angket/kuesioner
-pengamatan
-fokus group discusion

Pengamatan berarti menangkap gejala yang diteliti dengan panca indra. Baik berkenaan dengan pemilihan, pengubahan, pencatatan, penngodean. Serangkaian perilaku dan suasana dll.

kekurangan observasi,

-sabar menunggu, mengapa demikian ? karena dalam mengobservasi tidak dapat dilakukan secara seketika sehingga observasi ini harus berjalan secara beruntut sehinnga untuk mendapatkan hasil observasinya harus menunggu dan lama.

-ketika terjaadi perubahan perilaku dari si objek yang dimintai argument, ketika pas terjadi tindak criminal, dan juga ketika ada masalah pribadi sehingga dapat mengakibatkan kendala pada saat pengobservasian.

kelebihan observasi.

-datanya actual/baru maksudnya adalah data-data yang diperoleh pada saat peneliatian berlangsung adalah data yang terberu.


-keabsahannya dapat kita ketahui secara langsung maksudnya kebenaran dari data tersebut bisa kita percayai kebenarannya karena kita terlibat langsung dalam situasi yang terjadi disekitar.